SEMARANG – DOSS Photolympic Semarang 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi fotografi. Acara ini juga menjadi ruang belajar bagi para pegiat fotografi melalui workshop bertema “The Art of Fashion Photo and Video”. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Oudetrap, kawasan Kota Lama Semarang, pada Minggu (11/10/2026).
Workshop fotografi fashion Semarang 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian acara yang mendorong pengembangan keterampilan fotografi dan videografi. Melalui sesi edukatif tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai proses kreatif dalam menghasilkan karya visual, khususnya di bidang fashion.
Mengembangkan Kreativitas dalam Fotografi dan Videografi Fashion
Workshop “The Art of Fashion Photo and Video” mengangkat pentingnya kreativitas dan keterampilan teknis dalam produksi visual. Fotografi dan videografi fashion tidak sekadar berkaitan dengan pengambilan gambar. Keduanya juga membutuhkan perencanaan konsep, karakter visual, serta kemampuan menyampaikan pesan melalui komposisi, pencahayaan, dan pergerakan gambar.
Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya kepekaan artistik dalam proses produksi. Perpaduan antara keterampilan teknis dan kreativitas dapat membantu menghasilkan karya visual yang menarik serta memiliki karakter kuat.
Pegadaian, Lumix, dan Viltrox Berbagi Perspektif Industri
Workshop ini menghadirkan materi dari tiga pihak, yaitu Pegadaian, Lumix, dan Viltrox. Ketiganya turut memperkaya pengalaman peserta melalui perspektif yang berkaitan dengan industri kreatif, teknologi kamera, dan perangkat pendukung produksi visual.
Materi dari Lumix dan Viltrox memberikan konteks mengenai pemanfaatan perangkat dalam fotografi dan videografi. Sementara itu, keterlibatan berbagai pihak membuka kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih jauh ekosistem industri kreatif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian DOSS Photolympic Semarang 2026 yang diprakarsai oleh DOSS bersama Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro (Undip).
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Sekolah Vokasi Undip, Dr. Mohamad Endy Julianto, S.T., M.T., menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya DOSS Photolympic 2026 sebagai wujud nyata penerapan Project-Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran vokasi,” ujarnya.
Storytelling sebagai Bagian Penting Karya Visual
Selain keterampilan teknis, storytelling menjadi aspek penting dalam fotografi dan videografi fashion. Fotografi memungkinkan fotografer membangun karakter serta menonjolkan detail melalui komposisi dan pencahayaan.
Di sisi lain, videografi menawarkan ruang untuk menyampaikan cerita melalui rangkaian gambar bergerak, ritme, dan dinamika visual. Dengan demikian, kedua pendekatan tersebut dapat mendukung produksi konten kreatif untuk kebutuhan personal maupun profesional.
Pemahaman terhadap konsep visual dan storytelling juga menjadi bekal bagi peserta untuk menghadapi perkembangan industri kreatif. Karya visual yang baik tidak hanya menarik secara estetis, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara efektif kepada audiens.
Melengkapi Pengalaman Peserta DOSS Photolympic Semarang 2026
Workshop ini melengkapi pengalaman peserta yang sebelumnya mengikuti kompetisi photo hunt. Dalam kompetisi tersebut, peserta ditantang untuk menginterpretasikan teka-teki menjadi karya fotografi.
Setelah mengasah kreativitas dan kemampuan analisis melalui kompetisi, peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam wawasan melalui sesi pembelajaran. Perpaduan antara kompetisi dan workshop memberikan pengalaman yang menggabungkan praktik, eksplorasi ide, serta pengembangan keterampilan visual.
Melalui workshop “The Art of Fashion Photo and Video”, DOSS Photolympic Semarang 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pertukaran pengetahuan bagi komunitas fotografi. Kolaborasi DOSS bersama Program Studi Informasi dan Humas Sekolah Vokasi Undip, Pegadaian, Lumix, dan Viltrox diharapkan dapat memperkaya pengalaman peserta.
Ke depannya, kegiatan semacam ini diharapkan dapat mendorong lahirnya karya fotografi dan videografi yang kreatif, inovatif, serta relevan dengan kebutuhan industri kreatif.