Program Studi Informasi dan Humas Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro kembali menyelenggarakan forum akademik internasional yang membahas peran arsip sebagai sumber informasi dan pengetahuan bagi masyarakat pada tanggal 12 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 162 peserta ini menghadirkan Dr. Van Kim Hoang Ha dengan materi bertajuk “Archival as Sources of Information and Knowledge: A Comparison of Vietnam and Indonesia.”
Dalam pemaparannya, Dr. Van Kim Hoang Ha menjelaskan bahwa arsip bukan sekadar dokumen administratif, tetapi juga merupakan memori kolektif, warisan budaya, dan dasar perkembangan pengetahuan suatu bangsa. Vietnam dan Indonesia sama-sama memiliki tradisi dokumentasi yang penting untuk menjaga identitas nasional di era digital.
“Arsip adalah memori, arsip adalah kekuatan, arsip adalah warisan, dan arsip merupakan fondasi pengetahuan masyarakat,” ujar Dr. Van Kim Hoang Ha.
Ia juga membandingkan bentuk arsip di kedua negara, mulai dari dokumen kerajaan dan arsip digital di Vietnam hingga naskah kuno, manuskrip lontar, dan arsip kolonial di Indonesia. Menurutnya, kedua negara menghadapi tantangan yang serupa, terutama dalam menjaga kelestarian dokumen dan memperluas akses informasi di era digital.
Diskusi dipandu oleh moderator Arravi Rizal Firmansyah yang menyoroti perbedaan karakter arsip di Vietnam dan Indonesia, baik dari aspek bentuk maupun sistem pengelolaannya. Meski demikian, keduanya memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya arsip bagi identitas bangsa.
“Vietnam dan Indonesia memiliki karakter arsip yang berbeda, baik dari bentuk maupun sistem pengelolaannya. Namun, keduanya memiliki kesamaan pandangan mengenai arsip sebagai sumber pengetahuan sekaligus bagian dari identitas budaya masyarakat,” ujar Arravi Rizal Firmansyah.
Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya arsip dalam pelestarian budaya, pengembangan ilmu pengetahuan, serta transformasi digital di kawasan Asia Tenggara.