Semarang, 08 Mei 2026 – Program Studi Informasi dan Humas Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menyelenggarakan kegiatan UNDIP Global Classroom (UGC), sebuah inisiatif pembelajaran kolaboratif berskala Internasional yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar global di lingkungan Universitas Diponegoro. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kali ini, diskusi diangkat dengan tema utama “The Future of Global Public Relations: Integrating Digital Excellence and Human-Centric Service in Public Information Management”
Integrating Digital Excellence and Human-Centric Service in Public Information Management”, topik ini menyoroti pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi digital dan pelayanan yang berorientasi pada manusia dalam pengelolaan informasi publik. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa transformasi digital tidak hanya menuntut kemampuan mengelola informasi secara cepat dan berbasis data saja, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi yang empatik, etis, transparan, dan inklusif. Melalui konsep hybrid public relations, peserta diajak melihat bagaimana teknologi dan nilai kemanusiaan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan layanan informasi publik yang efektif sekaligus dipercaya masyarakat.
Acara ini menghadirkan pakar komunikasi dari Malaysia, Dr. Samsul Farid Samsuddin, yang merupakan Dosen Senior di Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universiti Malaya. Diskusi dipandu oleh Arif Wibowo, S.Pd.I., M.Pd., dosen Program Studi Informasi dan Humas Universitas Diponegoro selaku moderator, dan berhasil menarik antusiasme yang luar biasa dengan dihadiri oleh 232 partisipan.
Dalam paparannya, Dr. Samsul Farid Samsuddin menekankan bahwa transformasi digital telah memperluas peran humas melampaui media tradisional menuju manajemen informasi waktu nyata dan analitik data. Namun, beliau menyoroti bahwa layanan yang berpusat pada manusia tetap menjadi kunci utama yaitu dengan kepercayaan dan kredibilitas yang dibangun melalui empati dan hubungan yang bermakna, bukan sekadar melalui algoritma atau teknologi otomatisasi.
Kuliah ini juga menggarisbawahi pentingnya model Hybrid PR yang menggabungkan efisiensi alat digital dengan penilaian manusia yang etis. Dr. Samsul Farid Samsuddin menjelaskan bahwa komunikasi publik saat ini berperan penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sebagai warga negara maupun pengguna layanan. Mahasiswa diajak untuk menganalisis strategi komunikasi omnichannel yang konsisten serta tantangan etika seperti privasi data dan kesenjangan digital yang dapat menghambat inklusivitas informasi.
Arif Wibowo, S.Pd.I., M.Pd. selaku moderator, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat kapasitas intelektual mahasiswa dalam menghadapi tantangan industri informasi masa depan yang semakin kompleks.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk membantu mahasiswa memahami urgensi integrasi antara kemajuan teknologi dan nilai-masing kemanusiaan dalam pengelolaan informasi publik. Tujuannya agar mereka mampu menciptakan strategi komunikasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga transparan, akuntabel, dan mampu membangun legitimasi organisasi di mata publik,” jelas Arif Wibowo (Jumat, 08/05/2026).
Melalui UGC ini, diharapkan mahasiswa Informasi dan Humas UNDIP memiliki kesiapan yang lebih matang dalam mengelola arus komunikasi global yang masif serta mampu menjaga integritas layanan informasi sebagai bagian dari tanggung jawab sosial profesional humas.